Javanese Media Online of Aceh

Kalender Jawa Matematis Bukan Mistis

Oleh BenerPOST tanggal Kamis, 28 Januari 2016 | 20.41

Kalendher Jawa

Pendahuluan
cukup banyak media yang telah membahas Kalendher Jawa, sebagai kalendher peradaban yang memiliki sejarah panjang tentu cukup banyak pengamatan orang zaman terdahulu tentang ramalan (prediksi) yang mengacu pada hitungan Kalendher Jawa, dan Primbon (Himpunan/Ensiklopedia) aturan untuk menertibkan kegiatan yang ada pada masyarakat jawa juga mengacu pada Kalendher Jawa, judul di atas merupakan kritik yang mengingatkan kita kembali esensi Kalendher Jawa dalam Peradaban Bangsa Jawa. Kalendher Jawa tidak membutuhkan komputer atau sejenisnya, teleskop atau sejenisnya, namun kita dapat menghitung kapan awal tahun baru, kapan awal bulan ke-1 sampai ke-12 hanya dengan menghitung jari, semua itu mengacu pada apa yang kita kenal dalam pembagian siklus Kalendher Jawa. namun dalam kesempatan ini saya tidak membahas bagaimana sistem hitung Penanggalan Jawa namun hanya pengantar, insyaallah dikesempatan berikutnya.


Sejarah Kalendher Jawa
Kalendher Jawa atau Penanggalan Jawa adalah sistem penanggalan yang digunakan oleh Kesultanan Mataram dan berbagai kerajaan pecahannya dan yang mendapat pengaruhnya. Sistem penanggalan Jawa sebenarnya lebih tua dari penanggalan saka sekalipun, hanya saja aturan bulan dan tahun yang dibuat menyesuaikan kalender agama di zamannya, misalnya saat mayoritas Bangsa  Jawa beragama hindu-budha penanggalan Jawa digunakan untuk menghitung kalender saka (seiring kalender saka-india) namun menggunakan hitungan penanggalan khas Jawa (saat ini digunakan Suku Bali sebagai salah satu pewarisnya), begitu juga saat mayoritas Bangsa Jawa beragama islam maka penanggalan (sistem hitung kalender) Jawa kembali digunakan untuk menghitung kalender Islam (Hijriyah) sehingga kini kalender Jawa beriringan dengan kalender Hijriyah dengan sistem penanggalan (sistem hitung) asli Jawa, hal ini semata-mata dikarenakan kalender merupakan alat hitung upacara, ibadah keagamaan sehingga dianggap perlu menyesuaikan dengan syariat agama yang dianut mayoritas masyarakat Jawa.

Sistem kalender Jawa kini memakai dua siklus hari: siklus mingguan yang terdiri dari tujuh hari (Ahad sampai Sabtu) dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari lima hari pasaran saja, dimana sebenarnya kesemuanya ada 1-10 siklus hari, siklus ini akan bergantian aktif sesuai sistem kalender yang berlaku sebagai alat penandha dan hitungan sesuai siklus. Pada tahun 1633 Masehi (1555 Saka), Sultan Agung dari Mataram mengeluarkan dekrit mengganti penanggalan Saka yang berbasis perputaran matahari dengan sistem kalender kamariah atau lunar (berbasis perputaran bulan). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan, tidak menggunakan perhitungan dari tahun Hijriyah (saat itu 1043 H). Hal ini dilakukan karena awal tahun saka merupakan awal sejarah bangsa jawa dimana peradaban ilmu pengetahuan dan sejarah bangsa jawa terdokumentasikan dengan cukup baik oleh aksara dan kalender dimana tahun sebelumnya sudah sangat sulit ditelusuri, sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1555 Saka diteruskan menjadi tahun 1555 Jawa.

Pasaran
Pasaran adalah siklus 5 hari dalam penanggalan jawa.

Pasaran
Makna
Lambang
Pahing
Pait
Menghadap
Pon
Petak
Tidur
Wagé
Cemeng
Duduk
Kliwon
Asih
Berdiri
Legi
Manis
Berbalik (arah belakang)

Pekan
Pekan adalah siklus 7 hari dalam penanggalan jawa.

Nama Hari Sekarang
Nama Hari Kuno
Nama Hari Indonésia
Nama Hari Arab
Posisi Bulan
Ahad
Radité
Minggu
Ahad
Meneng
Senèn
Soma
Senin
Itsnayn
Maju
Selasa
Anggara
Selasa
Tsalaatsa
Mundur
Rebo
Buda
Rabu
Arba'a
Mangiwa
Kemis
Respati
Kamis
Khamiis
Manengen
Jemuwah
Sukra
Jum'at
Jum'aat
Munggah
Setu
Tumpak
Sabtu
Sabt
Tumurun

Sasi
Sasi adalah pembagian bulan dalam satu tahun pada penanggalan jawa.

Nama Bulan Jawa
Nama Bulan Hijri
Nama Jawa Kuno
Umur Hari
Sura
Muharram
Warana
30
Sapar
Safar
Wadana
29
Mulud
Rabiul awal
Wijanga
30
Bakdamulud
Rabiul akhir
Wiyana
29
Jumadilawal
Jumadil awal
Widada
30
Jumadilakhir
Jumadil akhir
Widarpa
29
Rejeb
Rajab
Wilapa
30
Ruwah
Sya'ban
Wahana
29
Pasa
Ramadhan
Wanana
30
Sawal
Syawal
Wurana
29
Sela
Dzulkaidah
Wujana
30
Besar
Dzulhijjah
Wujala
29/30
Total
354/355

Windu
Windu adalah penglompokan 8 tahun (satu windu) dalam penanggalan jawa.

Tahun Ke
Nama Tahun
Nama Kuno
Hari
1
Alip
Purwana
354
2
Ehe
Karyana
355
3
Jimawal
Anama
354
4
Je
Lalana
354
5
Dal
Ngawana
355
6
Be
Pawaka
354
7
Wawu
Wasana
354
8
Jimakir
Swasana
355
Total
2835

 Siklus Windu
Siklus Windu adalah pengelompokan windu (8 tahun) dalam 4 siklus.

NO
NAMA WINDU
UMUR (TAHUN)
1
Adhi
8
2
Kuntara
8
3
Sangara
8
4
Sancaya
8
Total
32 Tahun

Siklus Khurup
Siklus Khurup adalah pengelompokan windu (8 tahun) dalam 15 siklus, dimana pada setiap Khurup Amolas yang seharusnya Bulan Besar pada Tahun Jimakir berumur 30 hari menjadi 29 hari.

NO
NAMA KHURUP
UMUR (TAHUN)
1
Khurup Asiji
8
2
Khurup Aloro
8
3
Khurup Atelu
8
4
Khurup Apat
8
5
Khurup Alima
8
6
Khurup Anem
8
7
Khurup Apitu
8
8
Khurup Awolu
8
9
Khurup Asanga
8
10
Khurup Apuluh
8
11
Khurup Awelas
8
12
Khurup Arolas
8
13
Khurup Alulas
8
14
Khurup Apatlas
8
15
Khurup Amolas
8
Total
120 Tahun

Wuku
Wuku adalah pengelompokan 7 hari (1 pekan) dengan siklus 30 wuku atau 210 hari (1 tahun wuku) yang diperkirakan berumur sekitar 7 bulan dalam 1 tahun wuku.

No
Wuku Jawa
Jumlah Hari
1
Wuku Sinta
7
2
Wuku Landep
7
3
Wuku Wukir
7
4
Wuku Kurantil
7
5
Wuku Tolu
7
6
Wuku Gumbreg
7
7
Wuku Warigalit
7
8
Wuku Warigagung
7
9
Wuku Julungwangi
7
10
Wuku Sungsang
7
11
Wuku Galungan
7
12
Wuku Kuningan
7
13
Wuku Langkir
7
14
Wuku Mandasia
7
15
Wuku Julungpujut
7
16
Wuku Pahang
7
17
Wuku Kuruwelut
7
18
Wuku Marakeh
7
19
Wuku Tambir
7
20
Wuku Madangkungan
7
21
Wuku Maktal
7
22
Wuku Wuye
7
23
Wuku Manahil
7
24
Wuku Prangbakat
7
25
Wuku Bala
7
26
Wuku Wugu
7
27
Wuku Wayang
7
28
Wuku Kulawu
7
29
Wuku Dukut
7
30
Wuku Watugunung
7
Total
210 Hari

Pranata Mangsa
Pranata Mangsa adalah kalender kuno dimana tidak memiliki angka tahun, pengelompokan hari sesuai posisi bintang (mirip zodiak) yang digunakan oleh Bangsa Jawa untuk menentukan musim bagi nelayan (pelayaran) dan pertanian.

No
Nama
Awal
Akhir
1
Mangsa Kasiji
23 Juni
2 Agustus
2
Mangsa Karo
3 Agustus
25 Agustus
3
Mangsa Katelu
26 Agustus
18 September
4
Mangsa Kapat
19 September
13 Oktober
5
Mangsa Kalima
14 Oktober
9 November
6
Mangsa Kanem
10 November
22 Desember
7
Mangsa Kapitu
23 Desember
3 Februari
8
Mangsa Kawolu
4 Februari
1 Maret
9
Mangsa Kasanga
2 Maret
26 Maret
10
Mangsa Kasapuluh
27 Maret
19 April
11
Mangsa Kasawelas
20 April
12 Mei
12
Mangsa Karolas
13 Mei
22 Juni