Javanese Media Online of Aceh

Kopi Rambangan, Cara Simurante Menikmati Kopi

Oleh BenerPOST tanggal Minggu, 23 Agustus 2015 | 22.45

Pohon Kopi

Kopi Rambangan adalah istilah masyarakat jawa keturunan di aceh untuk menyebutkan kopi sisa-sisa pemilihan yang terbaik dengan cara merendam dengan air, biji yang tidak baik, rusak sebagian atau rusak semua akan kemambang (terapung) sehingga mengalir dan terpisah dengan kopi yang berkualitas baik proses ini disebut ngrambang.

ada cerita titi lisan dari nenek moyang orang jawa keturunan di aceh terutama petani kopi di dataran tinggi tanah gayo, di zaman penjajahan buruh kebun kolonial tidak pernah dapat menikmati nikmat hangatnya kopi di suhu yang dingin, hanya dapat mencium harumnya aroma kopi gayo yang diseduh di dapur umum kompeni, tapi mereka memiliki cara sendiri untuk dapat menikmati kopi, yaitu mengumpulkan dan mengolah kopi rambangan menjadi bubuk kopi, tentu bisa dikatakan kopi KW terakhir, untuk menambah aroma dan rasa biasanya dicampur dengan beras saat di gongseng (sangrai).

kebiasaan mengolah kopi rambangan menjadi kopi bubuk masih dapat kita jumpai ditengah-tengah masyarakat saat ini, selain kopi yang berkualitas baik untuk dijual, kopi rambangan juga mubajir jika dibuang, di sisi lain petani kopi masih banyak yang miskin sehingga mereka masih dapat menikmati kopi KW terakhir, jadi tidak semua petani kopi itu dapat menikmati kopi KW 1 seperti dugaan para penikmat kopi.