Javanese Media Online of Aceh

Uniknya Javanese Simplefied Alphabet (Aksara Nusantara)

Oleh BenerPOST tanggal Rabu, 19 Desember 2012 | 21.01

Penggunaan Aksara Nusantara Atau Simplefied Javanese Alpabhet
berawal dengan ikut bergabung dengan sebuah grub dengan nama Belajar Aksara Nusantara di Facebook saya sangat tertarik menggunakan aksara yang ditawarkan yaitu Aksara Nusantara, dalam buku panduan Aksara Nusantara menyebutkan bahwa aksara ini merupakan Aksara Jawa Kuna (Aksara Kawi) yang diangkat kembali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat nusantara yang modern serta kebutuhan aksara asli nusantara yang fleksibel untuk menulis berjuta-juta bahasa di dunia, efektif dan efesien dalam hal penggunaan media tulis dan kemudahan untuk ditulis, diingat dan kebutuhan aksara yang diinginkan oleh masyarakat modern saat ini.

seperti yang kita ketahui Aksara Jawa Kuno digunakan sejak Abad VIII silam, menurut J. G. de Casparis (1975) mengelompokkan beberapa tahap perkembangan Aksara Jawa Kuno, yaitu :
  1. Aksara Jawa Kuno Awal / Aksara Kawi Awal (sekira antara 750 – 925 M)
    • Bentuk Kuno : Contohnya terdapat pada Prasasti Dinoyo dari Malang, Prasasti Sangkhara dari Sragen, dan Prasasti Plumpungan dari Salatiga.
    • Bentuk Standar : Contohnya terdapat pada prasasti-prasasti dari masa pemerintahan Rakai Kayuwangi dan Rakai Balitung; misalnya Prasasti Rukam dari Temanggung, Prasasti Munduan dari Temanggung, dan Prasasti Rumwiga dari Bantul.
  2. Aksara Jawa Kuno Akhir / Aksara Kawi Akhir (sekira antara 925 – 1250 M) : Contohnya terdapat pada prasasti-prasasti dari zaman Kerajaan Mataram di Jawa Timur dan Kerajaan Kediri; misalnya Prasasti Lemahabang dari Lamongan, Prasasti Cibadak dari Sukabumi, dan Prasasti Ngantang dari Malang.
  3. Aksara Majapahit (sekira antara 1250 – 1450 M) : Contohnya terdapat pada prasasti-prasasti dari zaman Kerajaan Majapahit; misalnya Prasasti Kudadu dari Mojokerto, Prasasti Adan-adan dari Bojonegoro, dan Prasasti Singhasari dari Malang.
penggunaan Aksara Jawa Kuno jangkauannya sangatlah luas mencakup seluruh Asia Tenggara Maritim yaitu Indonesia, Brunei, Singapure, Malaysia, Philipina, Timor Leste. Aksara Nusantara juga sebagai induk semua aksara di nusantara, sebenarnya bangsa nusantara juga sudah memiliki aksara sebelum aksara pallawa masuk bersamaan dengan penyebaran agama hindu-budha di nusantara seperti Aksara Malesung di sulawesi dan Aksara Jawata di Pulau Jawa yang diperkirakan digunakan semenjak abad sebelum masehi.

Aksara Jawa Kuna pada Zaman Kediri

jika Asia Tenggara Maritim menggunakan Aksara Jawa Kuno maka sebagian Asia Tenggara Daratan menggunakan Aksara Khmer yang juga diturunkan dari Aksara Pallawa yang dimulai dari abad ke VII Masehi, kecuali vietnam masih menggunakan Aksara China, masyarakat kita sangat terombang-ambing zaman dan selalu jadi pengekor bangsa besar lainnya sehingga saat itu terlalu bertahan dengan aksara yang telah ada yaitu pallawa yang saat itu digunakan secara luas baru sejak abad ke VIII baru beralih ke aksara sendiri ya seperti saat ini Indonesia memilih Aksara Rumi sebagai aksara nasional karena mental pengekor tadi, berbeda dengan Thailand, China, Jepang, India, Arab yang memiliki karakter dalam aksaranya, ya karena karakter itu adalah bagian dari aksara.

namun abad-abad modern sejak abad ke XVII mulai bermunculan aksara-aksara daerah yang dilahirkan dari Aksara Jawa Kuna, seperti Lontara di Sulawesi, Rejang, Surat Batak di Sumatra, Aksara Sunda, Jawa dan Bali di Pulau Bali, dari yang sangat realistis seperti aksara proto-sumatra yang mementingkan kefektifan dan keefesienan sebuah aksara sampai yang over konservatif seperti Aksara Jawa dan bali yang mempertahankan originalitas sebagai pewaris peradaban kuna yang tidak mau terus-terusan mengekor dengan bangsa lain namun justru membuat perkembangan Aksara dan Bahasanya menjadi ekslusif dan tidak menyebar keseluruh nusantara.

namun dengan munculnya Aksara Nusantara merupakan gabungan dari sifat realistis dan konserfativ, realistis karena aksara ini adalah aksara modern yang mampu menulis berjuta-juta bahasa didunia, fleksibel, mudah diaplikasikan baik ditulis tangan maupun teknologi komputer serta juga konservatif karena aksara ini diangkat dari sumber aksara yang ada di nusantara masih dengan aksara berjenis abugida (Syllabic alphabets) dimana setiap suku kata telah melekat bunyi vokal 'a' dan dengan tanda baca untuk merubah bunyi vokalnya serta tanda baca lain sebagai pelengkap suatu aksara yang modern.

Kita ini Bangsa Besar Satu Indonesia Untuk Kedamaian Dunia

dengan adanya Aksara Nusantara saya semangkin optimis bahwa Aksara sebagai karakter bangsa kita akan berjaya di negara sendiri, karna benteng karakter bangsa indonesia itu ada 3 yaitu Aksara, Bahasa dan Pancasila, selama ini benteng pertama sudah jebol dan begitu mudahnya pengaruh luar itu masuk ke Indonesia, jika Aksara dan Bahasa telah jebol begitu mudahnya pancasila itu di otak-atik, dengan adanya Aksara dan Bahasa sebuah bangsa bukan berarti menutup diri karena ada sarjana-sarjana kita yang akan mengalih aksarakan dan mengalih bahasakan ilmu yang baik saja dari negara asing, seperti bangsa besar lainnya yang memiliki aksara, karakter mereka terjaga sangat baik, namun kita masih sebagai pengekor bangsa lainnya, seperti zaman dulu kita pengekor bangsa besar Ashoka yang menggunakan pallawa, baru ketika muncul Sriwijaya dan lalu dilanjutkan Majapahit karakter kita sebagai bangsa Nusantara muncul, dan hancur dengan mudah oleh kolonialisme karena kesalahan kita sendiri yaitu pecahnya Kesatuan dan Persatuan di antara Bangsa Nusantara Sendiri.

semoga Aksara Nusantara dapat tetap menyatukan kita sebagai Bangsa Indonesia, jika pemerintah itu djalim mari kita turunkan bersama, namun jangan berpikir untuk diri sendiri dengan mendirikan negara sendiri yang sebatas kampung kita, karena itu awal kehancuran Bangsa Nusantara, bagi yang tertarik belajar aksara nusantara bisa bergabung di Grub Belajar Aksara Nusantara dan font, keyboard dan panduan dapat di unduh pada grub tersebut atau bisa unduh di sini.