Javanese Media Online of Aceh

Suparno, Founder Ayam Lepaas : Sabar

Oleh BenerPOST tanggal Senin, 23 Juli 2012 | 03.33

Suparno, Founder Ayam Lepaas
Apa hubungannya sabar dengan Bisnis? Bukankah sifat sabar menghambat kemajuan bisnis?

ALHAMDULILLAH, Allah SWT telah mempertemukan kita dengan Ramadhan 1433H. Sebagai bulan pembinaan atau pelatihan, Ramadhan melatih kita akan banyak hal, diantaranya adalah sabar.

Kita dilatih bersabar menghadapi segala cobaaan dan godaan untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa membatalkan puasa hingga sampai masanya, yakni waktu berbuka. Kapan kita boleh membatalkan puasa, bukan diukur dari berapa cobaan yang kita terima, namun berdasarkan jadwal waktu berbuka.

Meskipun kita bisa tetap berpuasa setelah melewati cobaan yang dahsyat, namun bila lima menit terakhir sebelum waktu berbuka kita tergoda lalu berbuka puasa, kita tetap tergolong orang yang tidak sabar untuk menuntaskan puasa kita sesuai waktu yang ditetapkan. 

Para pembaca setia LIBaS, segala sesuatu ada tahapannya, ada masanya, namun sering kita tidak sabar untuk pindah ke tahap berikutnya, seperti orang yang sedang puasa tidak sabar ingin segera berbuka. Ibarat puasa, dalam bisnis pun, kita harus bersabar karena sukses pun ada waktunya. Bedanya, kapan waktunya untuk sukses dalam dunia bisnis tidak sama untuk setiap orang, dan kita tidak akan pernah memiliki jadwal gagal dan sukses, berbeda halnya dengan jadwal imsakiah bulan Ramadhan.

Dalam bisnis, kita harus bersabar untuk tidak mengeluarkan uang ketika belum waktunya. Ketika pendapatan dari bisnis kita belum besar yang hanya cukup untuk menunaikan kewajiban semisal zakat, cicilan hutang, bayar gaji pegawai dan lain-lain, maka kita harus bersabar untuk tidak membeli barang-barang yang selama ini kita idamkan.

Pada saat sudah untung pun, kita tidak boleh terburu nafsu namun harus bersabar jangan semua keuntungan kita belanjakan untuk konsumsi kita, cukuplah hanya sekitar 20% saja. Jadi jangan tergoda untuk ganti HP baru karena minder orang lain menggunakan HP yang lebih bagus. Jangan juga tergoda untuk membeli pakaian baru, kendaraan baru dan sebagainya meskipun bertubi godaan datang dengan ragam tawaran diskon dan fasilitas kredit. Jangan juga tidak sabar untuk berekspansi bisnis karena ingin dipuji orang ataupun karena banyak yang meremehkan kita, sehingga kita tidak memiliki memiliki dana cadangan. Cukup 50%-nya saja dari keuntungan untuk pengembangan bisnis, sedangkan yang 30% nya harus kita cadangkan untuk dana antisipasi.

Demikianlah, ibarat Ramadhan, usai melewati ujian kesabaran pada hari pertama puasa, maka akan dilanjutkan dengan ujian kesabaran yang berbeda pada hari-hari berikutnya sampai 1 bulan penuh. Demikian juga dalam bisnis, lepas dari ujian kesabaran pertama, akan dilanjutkan dengan ujian kesabaran berikutnya.

Karena berbisnis akan kita lakukan sepanjang hidup, maka bersabar dalam bisnis harus kita lakukan sepanjang hidup, meskipun ujian dan jenis kesabarannya akan berbeda, sesuai kurun waktu dan tahapannya. Ada yang sifatnya jangka pendek (sampai satu usaha kita untung), ada juga yang sifatnya jangka panjang (era pengembangan bisnis).



  

Editor : arif